Langsung ke konten utama

Postingan

Airmata Muslim Rohingya dan Gorengan Isu Jegal Jokowi

(Sumber Gambar: Istimewa)  Berbicara tragedi kemanusian yang menimpa muslim Rohingya bukan kali ini saja. Setiap tahap sejarah perjalanan Muslim Rohingya adalah tragedi darah, airmata dan duka. Sungguh menurut saya, sangat keliru bila kali ini kita seakan kebakaran jenggot dan menganggap seolah-olah korban tewas kali ini lebih bernilai dibanding korban tewas beberapa tahun sebelumnya atau mungkin puluhan tahun silam. Meskipun, memang harus diakui bahwa tragedi kali ini memiliki peningkatan kualitas, karena diawali oleh serangan kelompok ARSA (Arakan Rohingya Salvation Army) terhadap 24 pos militer Myanmar yang “katanya” menewaskan 32 polisi pada periode 25 s.d 27 Agustus 2017 silam. Hal itu yang kemudian memicu militer Myanmar seakan memiliki alasan untuk membantai muslim Rohingya secara brutal. Indonesia - Di Indonesia keprihatinan mendalam terhadap tragedi pembantaian etnik Rohingya di Myanmar sangat terlihat begitu jelas.Berbagai pernyataan dan sikap,termasuk k...

Dongeng Dunia Cyberspace dan Libido Ekonomi Virtual

(sumber gambar: net) Perkembangan dunia abad virtual dawasa ini, ternyata berpacu dan bergerak lebih cepat dari apa yang sebelumnya manusia pikirkan. Berbagai realitas sosial yang berkembang dalam sekala global-akibat dari kemajuan teknologi informasi, justru menggiring manusia ke arah zaman akhir modern, yakni zaman dimana manusi terasing dengan sosialnya. Tanpa disadari, kondisi dunia yang terus terkoneksi serba cepat merancang segala bentuk konsep-konsep sosial kehilangan realitasnya. Kesatuan, integritas, solidaritas, dan bahkan Nasionalisme seakan didengungkan hanya sebatas mitos. Semua itu mengambang dan menjadi dongeng dalam endapan sampah virtual. Kondisi inilah yang kemudian diistilahkan sebagai zaman akhir sosial.              Akhir dari sosial pada hari ini ditandai dengan transparansi sosial, yakni satu kondisi lenyapnya kategori sosial, batas sosial, hirarki sosial yang sebelumnya terbentuk dan menjadi p...

Kendeng, Lestarilah..!!

Babak pergulatan antara birokrat dengan rakyat dalam aksi petani menolak semen menemui titik nadir baru. Seperti sebuah takdir, pergulatan nasib ini nampaknaya akan terus hidup dan mengada, sebagai sebuah simbol perlawanan atas represi ketidakadilan. Miris memang..!! Saat kita dapati seratusan petani yang menuntut haknya melakukan aksi cor kaki di depan istana, bahkan sang kartini, ibu Patmi biasa kita mengenalnya telah gugur dan darahnya tumpah untuk pertiwi, Ia syahid mecatatakan nama dalam panggung sejarah kelam perjuangan rakyat bawah. Pertanyaanya, apakah dengan tumpahnya darah, pemerintah bergeming dan melunakan sikap?? Jawabnya, TIDAK! Pabrik semen tetap bersikukuh lanjut. Pemerintah bahkan juga mendukung. Meskipun dengan alasana akan mengeluarkan kajian lingkungan dan izin baru. Nyatanya orang-orang macam Rini Soemarno, Ganjar Pranowo dan anggota parlemen di Senayan bersikeras bahwa pembangunan pabrik berkapasitas 3 juta ton per tahun akan jalan terus. Mulus.. Ma...

Belajar dari Manusia dan Semesta.

Di dunia ini, ada banyak sekali ragam warna manusia. Semua hidup dan menghidupi semesta dengan cara pola yang mereka yakini mendatangkan -kesenangan dan kemanfaatan- bagi dirinya ataupun sosialnya. Ada banyak manusia yang menghabiskan waktunya menyibukan diri dengan pekerjaan, ada juga manusia yang menghabiskan waktu dengan kesenangan dan hobi, dan banyak kiranya manusia yang menghabiskan waktu entah untuk kesibukan -yang dia sendiri- tidak tahu yang disibukannya. Tapi satu yang aku yakini, bahwa mereka ada dan menularkan ilmu, berbaur dengan padatnya bumi, luasnya cakrawala, indahnya langit dan birunya laut. Aku sendiri tidak tahu, dalam barisan yang mana manusia sepertiku. Yang difahami, aku banyak belajar dari mereka. Seperti kadang aku sendiri seringkali sangat menikmati -kala pagi menyapa- untuk sekedar memperhatikan kesibukan mereka. Saat itu pula aku merasa terbisiki oleh mbah Pram “Manusia harus Belajar menjadi Manusia” Bisikan Pramudya ini seperti menegaskan kepad...